MUHAMMAD TOYIB

MATERI PEMODELAN PERANGKAT LUNAK

BAB 1 
Konsep Pemodelan 
Sistem perangkat lunak
A.Definisi Perangkat Lunak (Software)
  Perangkat lunak (software) adalah kumpulan Instruksi atau program komputer (syntaks/
code yang ditulis dalam bahasa permograman) yang ketika dijalankan menyediakan fungsi dan 
performan yang diinginkan
    Menurut IEEE dan ISO 1997, perangkat lunak adalah merupakan kumpulan program komputer 
(syntaks/code), prosedur, fungsi, modul (kumpulan program yang memiliki tujuan dan fungsi 
tertentu), dokumentasi dan kumpulan data yang diperlukan untuk mengoperasikan suatu sistem 
B. Teknik atau Pendekatan Pengembangan Sistem Perangkat Lunak
1. Pendekatan terstruktur
       Perangkat terstruktur adalah suatu proses yang mengimplementasikan urutan 
langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.
   Prinsip dari pendekatan terstruktur adalah jika suatu proses telah sampai pada suatu langkah tertentu, proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi 
langkah sebelumnya. Ciri-ciri pendekatan terstruktur, yaitu sebagai berikut.
a. Merancang berdasar modul. Modularisasi adalah proses yang membagi suatu 
sistem menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independen.
b. Bekerja dengan pendekatan top-down. Dimulai dari level atas (secara global) 
kemudian diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci).
c. Kegiatan dilakukan secara paralel dan iterasi.
d. Dalam implementasinya antara dimensi data (variabel) dan proses (prosedur dan 
fungsi) dipisahkan.

2. Pendekatan Objek
Pendekatan objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan 
kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-
kelas atau objek-objek
  Pendekatan objek memiliki 
beberapa keuntungan, antara lain sebagai berikut.
a. Maintenance. 
Program lebih mudah dibaca dan dipahami.
b. Mudah dalam perubahan program (berupa penambahan ataupun penghapusan 
fitur tertentu). Salah satu contoh perubahan ini antara lain adalah menyangkut 
penambahan dan penghapusan dalam suatu database atau program.
c. Dapat digunakannya objek-objek sebanyak mungkin sesuai dengan yang 
diinginkan.

Pendekatan objek memiliki beberapa karakteristik atau sifat yaitu sebagai berikut.
a. Abstraksi, yaitu prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks 
menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek 
lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.
b. Enkapsulasi, yaitu pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang 
dimiliki oleh objek tersebut.
c. Pewarisan (Inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi 
sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.
d. Reusability, yaitu pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu 
permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.
e. Generalisasi dan spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek 
yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.
f. Komunikasi antar objek, yaitu dilakukan lewat pesan yang dikirim dari satu objek 
ke objek lainnya.
g. Polymorphism, yaitu kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan 
yang berbeda dengan nama yang sama sehingga menghemat baris program.

 3. Aplikasi Perangkat Lunak
 1. Defiisi Aplikasi Perangkat Lunak
 Perangkat lunak aplikasi adalah suatu bagian (subkelas) dari perangkat lunak 
komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer secara langsung untuk 
melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna.
   Perangkat lunak aplikasi ini 
biasanya dikolaborasikan dengan perangkat lunak sistem yang mengintegrasikan 
berbagai kemampuan komputer, tetapi tidak secara langsung menerapkan 
kemampuan tersebut untuk mengerjakan suatu tugas yang menguntungkan 
pengguna. Perangkat lunak aplikasi komputer pada dasarnya adalah program dan 
prosedur yang digunakan untuk melakukan tugas tertentu pada suatu sistem.
 Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah pengolah kata, lembar kerja, 
dan pemutar media. Beberapa aplikasi yang digabung bersama menjadi suatu 
paket disebut sebagai suatu paket atau suite aplikasi (application suite). Contohnya 
adalah Microsoft Office dan OpenOffice.org, yang menggabungkan suatu aplikasi 
pengolah kata, lembar kerja, serta beberapa aplikasi lainnya.
  b.Kategori  aplikasi Perangkat Lunak
Sistem perangkat lunak komputer dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis 
utama, yaitu perangkat lunak sistem, perangkat lunak pemrograman, dan perangkat 
lunak aplikasi. Perangkat lunak sistem biasanya terdiri dari sistem operasi, perangkat 
driver, server dan komponen perangkat lunak.
 Perangkat lunak aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan untuk 
mencapai atau mengerjakan tugas-tugas tertentu.
  
Perangkat lunak aplikasi dapat digolongkan menjadi 
beberapa kelas, antara lain adalah sebagai berikut.
1) Perangkat lunak perusahaan (enterprise), meliputi perangkat lunak akuntansi, 
bagian pendukung (back office), perangkat lunak bisnis, dan manajemen 
sumber daya manusia.
2) Perangkat lunak infrastruktur perusahaan, meliputi perangkat lunak alur kerja 
bisnis, sistem manajemen basis data, manajemen aset digital dan manajemen 
dokumen.
3) Perangkat lunak informasi kerja meliputi manajemen waktu dan sumber daya, 
manajemen data, dokumentasi, perangkat lunak analitik, dan perangkat lunak 
kolaborasi
4) Perangkat lunak media dan hiburan, meliputi media digital, dan perangkat 
lunak hiburan
5) Perangkat lunak pendidikan, meliputi manajemen ruang kelas, manajemen 
survei, manajemen pelatihan, dan perangkat lunak kesiapan penjualan
6) Perangkat lunak pengembangan media, meliputi perangkat lunak seni grafis, 
dan penyuntingan media.
7) Perangkat lunak rekayasa produk meliputi rekayasa perangkat keras, dan 
rekayasa perangkat lunak

 4 Sistem Informasi
Sistem informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang 
yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. 
Sistemi merupakan gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat 
lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, 
mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
 Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari 
suatu organisasi meliputi operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat 
lunak, dan data. Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware,
 prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data 
menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan 
keputusan.

5. Pemodelan dalam Rekayasa Perangkat Lunak
Pemodelan merupakan suatu proses dalam menggambarkan secara abstrak suatu 
model. Model adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu 
objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. 
Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, prototipe), model citra (gambar rancangan, 
citra komputer), atau rumusan matematis.
Proses pemodelan perangkat lunak 
merupakan aktivitas yang saling terkait (koheren) untuk menspesifikasikan, merancang, 
implementasi kode program dan pengujian sistem perangkat lunak.
Pada tingkat teknik, rekayasa perangkat lunak dimulai dengan serangkaian tugas 
pemodelan. Model analisis sebenarnya merupakan serangkaian model yang merupakan 
representasi teknis yang pertama dari sistem.
Pemodelan dalam suatu rekayasa perangkat lunak merupakan suatu hal yang 
dilakukan di tahapan awal pengembangan aplikasi perangkat lunak. Di dalam suatu 
rekayasa perangkat lunak sebenarnya masih memungkinkan tanpa melakukan suatu 
pemodelan, tetapi hal tersebut tidak berlaku dalam suatu industri perangkat lunak.

Beberapapemodelan yang dikenal dalam pengembangan aplikasi atau rekayasa perangkat lunak, antara lain 
sebagai berikut:
a. Pemodelan Proses
Model yang digunakan dalam pengembangan sistem perangkat lunak (software 
development life cycle process) yang terdiri dari tahapan-tahapan mulai dari 
spesifikasi kebutuhan perangkat lunak sampai dengan perawatan sistem.
b. Pemodelan Analisis dan Desain
Pemodelan ini mendefinisikan spesifikasi lengkap dari persyaratan representasi 
dan representasi desain yang komprehensip bagi perangkat lunak yang 
akan dibangun. Model ini harus dapat memenuhi tiga sasaran utama yaitu 
menggambarkan apa yang dibutuhkan untuk pelanggan, membangun dasar 
bagi pembuatan desain perangkat lunak, membatasi serangkaian persyaratan 
yang dapat divalidasi begitu perangkat lunak dibangun.
c. Pemodelan Data 
Sarana untuk melakukan abstraksi data, relasi antar entitas dalam basis data. 
Sejumlah konsep untuk membuat diskripsi stuktur basis data. Kebanyakan
model data memuat spesifikasi untuk operasi dasar (basic operation) dalam 
pengaksesan dan pembaruan data. Pada perkembangan terakhir dikenal 
dengan istilah tabiat data (data behavior) pada pemrograman berorientasi 
objek. 
d. Pemodelan fungsional dan aliran Informasi. 
Informasi ditransformasikan pada saat mengalir melalui sebuah sistem berbasis 
komputer. Sistem menerima input dengan berbagai cara dan menghasilkan 
output sehingga dapat menciptakan suatu model aliran bagi setiap sistem 
berbasis komputer tanpa melihat ukuran dan kompleksitasnya.
e. Pemodelan UML (Unified Modeling language) 
Bahasa yang berisi aturan-aturan, notasi-notasi, gambar untuk membuat visualisasi 
model suatu sistem perangat lunak dengan pendekatan sistem berorientasi 
objek.

6. Karakteristik Pemodelan Perangkat Lunak
Pengembangan perangkat lunak merupakan proses yang kompleks dan melibatkan 
banyak aktivitas.
Karakteristik tersebut, antara lain sebagai berikut.
a. Understandability, yaitu sejauh mana proses secara eksplisit ditentukan dan 
bagaimana kemudahan definisi proses itu dimengerti.
b. Visibility, aktivitas-aktivitas proses mencapai titik akhir dalam hasil yang jelas 
sehingga kemajuan dari proses tersebut dapat terlihat nyata/jelas.
c. Supportability, yaitu sejauh mana aktivitas proses dapat didukung oleh CASE 
(Computer Aided Software Engineering)
d. Acceptability, yaitu proses yang telah ditentukan oleh insinyur dapat diterima dan 
digunakan dan mampu bertanggung jawab selama pembuatan produk perangkat 
lunak .
e. Reliability, yaitu proses didesain sedemikian rupa sehingga kesalahan proses dapat 
dihindari sebelum terjadi kesalahan pada produk.
 f. Robustness, dapatkah proses terus berjalan walaupun terjadi masalah yang tak 
diduga.
g. Maintainability, yaitu dapatkah proses berkembang untuk mengikuti kebutuhan 
atau perbaikan.
h. Rapidity, yaitu kecepatan proses pengiriman sistem dapat secara lengkap memenuhi 
spesifikasi.

Terdapat dua jenis pemodelan analisis yang mendasar, yaitu analisis terstruktur 
yang merupakan metode pemodelan klasik. Analisis terstruktur ini merupakan aktivitas 
pembangunan model, dan yang kedua adalah analisis berorientasi objek. Dari dua model 
tersebut berkembang menjadi beberapa model, antara lain adalah model berorientasi 
aspek (aspect oriented) dan model berorientasi service (service oriented)

Comments